Deles, begitu sebutannya, adalah sebuah desa kecil yang
berhawa sejuk berada di sisi tenggara kaki gunung Merapi. Siapa sangka daerah
ini dulunya pernah menjadi salah satu daerah penghasil kopi. Tanaman kopi
dibawa oleh Belanda dan dibudidayakan khusus di wilayah lereng Merapi ini. Dan
kopi sempat menjadi komoditas utama di daerah tersebut. Jejak tanaman kopi tersebut ditandai dengan keberadaan Dusun Kopen yang dulunya merupakan kebun milik Belanda. Namun setelah Belanda meninggalkan Indonesia tanaman kopi ini menjadi tidak terawat, dan kebanyakan tumbuh di pekarangan rumah warga dengan pengelolaan seadanya. Mengingat sejarah itu, Pak Sukiman, sebagai koordinator Radio Komunitas Lintas Merapi menggagas kebangkitan Kopi Deles pada 2014.
Sejak dulu kopi
Deles diolah dengan cara manual, mulai dari petik merah, pengupasan,
pengeringan hingga proses sangria menggunakan cara manual dan dengan alat
seadanya. Hal ini yang membuat kopi Deles memiliki citarasa yang khas.
Kombinasi dari aroma harum yang kuat, keasaman yang pas, dan rasa manis dari
sisa kulit buah kopi tersebut menjadikan kopi Deles masuk kategori kopi
premium.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar